Waduh, sebelumnya saya heran, itu JUDUL panjang amat ya? (orang aneh dasar)
Semua orang punya emosi. Punya nafsu..
Wajar ga ketika kita sebagai manusia melakukan pekerjaan marah?
(hah pekerjaan? Yups, Saya tidak menemukan kata yang tepat uyh, yang saya tau dalam bahasa inggris the word form for “angry” adalah sebagai verb. Verb kan kata kerja tuh. Mangkanya saya bilang bahwa marah adalah sebuah pekerjaan. But not “job” just “verb” (tapi kata kerja kan ga samadengan pekerjaan). Whehe.. ancur deh bahasa inggris saya, namanya juga lagi belajar, jadi tidak perlu malu untuk salah. Lain kali saya akan membuat postingan dalam bahasa inggris). Goods idea untuk bu alia dan bu novi sebagai tugas penyiksaan selanjutnya bagi guru-guru di english class 4 teacher session, “membuat postingan berbahasa inggris” whehehe….
Oke back to main topic.
Marah? Wajar lah.
Bahkan Imam Syafi’i mengatakan bahwa orang yang seharusnya marah tapi tidak marah adalah sama dengan unta.
Waduh kenapa harus disamakan dengan unta? Konon kata orang yang sudah mempelajari dunia peruntaan, mengatakan bahwa unta itu tidak pernah marah, bahkan ketika akan disembelih pun cukup oleh satu orang saja, tidak perlu diikat-ikat segala kaya ayam, sapi sama domba (aduh saya sensitif dengan kata ayam dan sapi apalagi “hati ayam dan sapi” heu.heu.. maka saya akan phobia dengan hati ayam dan hati sapi seperti murid saya sasa yang phobia terhadap saus). Unta ketika di bawa ke ruang penyembelihan, dengan sholehnya dia mengikuti tanpa harus dibujuk oleh permen dan balon. Dan ketika mencium bau darah sodaranya yang sudah disembelih, unta itu akan mengeluarkan air mata (tapi tidak sampai meraung-raung seperti nangisnya dzakiy dan aditya murid saya yang bunyi nangisnya menyaingi bunyi sirine ambulance heheh…), dan tidak lalu berlari tunggang langgang menyaingi larinya sang kuda, bahkan unta tersebut memberikan lehernya dengan sukarela.. subhanallah itu unta sholeh sekali ya? Whehehe…
Jadi buat yang tidak pernah marah adalah adik-kakak dengan unta heu..heu..heu.. becanda…
Boleh marah? Tentu saja boleh. Hanya saja sebagai orang yang bertaqwa maka kita harus marah sesuai dengan porsinya. Harus bisa mengendalikan emosi.
Marah itu dapat dianalogikan seperti obat, harus dengan resep tertentu, yaitu dengan memperhatikan siapa yang dimarahi, memperhatikan waktunya kapan perlu marah (pada kasus apa?), dan memperhatikan berapa dosisnya yang harus diberikan. Jangan sampai terlalu sering dan terlalu banyak dosisnya. Bisa-bisa orang yang sering menjadi korban keganasan marah kita malah menjadi IMUN terhadap marah. Nantinya ga ngefek.. atau kalo terlalu banyak malah Over Dosis.. wah gawat tuh, kirain narkoba aja yang ada kasus OD nya.
Contohnya saya sebagai seorang guru, sudah wajar yang namanya setiap hari menghadapi makhluk hidup apalagi anak-anak tentunya saya sebagai manusia yang memiliki sifat manusiawi akan merasakan juga bagaimana marah itu terhadap murid-murid saya. Namun harus diperhatikan jenis marahnya harus seperti apa. Jangan sampai setiap hari, setiap mengajar saya marah-marah terus yang justru nantinya murid-murid saya akan IMUN terhadap marahnya saya dan efeknya mereka tidak akan mendengarkan saya lagi, kemudian sekalinya saya tidak marah akan menjadi hal yang aneh buat mereka. Waduh.. tidak punya wibawa saya nanti untuk murid-murid saya.
Mengutip QS Ali Imran : 133-136 tentang karakteristik orang taqwa
“ Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau mendholimi diri sendirri (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal” (QS Ali Imran : 133-136)
Panjang amat ya?.. itu adalah ayat tentang karakteristik orang takwa. sebetulnya saya ingin yang ayat 134nya, tapi saya seneng ngasih utuh ayat tentang ciri-ciri orang takwa heu..heu..
Karakteristik orang takwa salah duanya adalah mampu mengendalikan emosi dan memaafkan kesalahan orang lain.
Bagaimana jika kita sedang marah berlebihan, seperti saya sekarang ini.. heuheu…
Yang harus saya (saya sedang marah nih) lakukan tentunya
1. Membaca ta’awudz (bener ga nulisnya sih?)
2. Ga mempan… wudhu deh..bukan mandi besar loh.. wheheh…
3. Ga mempan juga.. ya sholat.. dijamin dari marah berubah jadi nangis…
Oia..kenapa ya kalo marah ditahan (kata sundanya mah ambek kapegung) ko akhirnya malah jadi nangis sesenggukan. Ya.. itu karena hormon adrenalinnya turun drastis sehingga perannya digantikan oleh hormon kesedihan (saya ga tau namanya apa). Seperti saya ini, saya memang ekspresif kecuali untuk satu hal saya paling tidak bisa marah-marah, biasanya selalu saya tahan, telen kotak-kotak hehe..(abis kata telen bulet-bulet adalah kata yang umum, yang membuat saya bosan, ga aneh) dan akhirnya saya menangis.
Bagaimana dengan orang yang membuat saya marah.. yaaaa sebisa mungkin dimaafkan. Karena maaf itu dapat membuat kita lebih sehat, ga beban, ga banyak pikiran.
Namun “maaf” adalah kata-kata yang sangat mudah tapi sulit untuk diaplikasikan.
Gimana lagi atuh ya, kalo mau sehat, ga mau tensi darah naik, kolesterol naik, asam urat naik ikut-ikutan BBM yang naik, ya berusahalah untuk memaafkan walaupun sulit. Mau kan termasuk orang yang bertakwa? Hehe.. so tau saya..
Yuk sama-sama memiliki hati yang seluas samudera, sebening dan seputih salju, serta seindah mutiara. Sehingga kita bisa mengendalikan emosi dan memaafkan kesalahan orang lain.
Terakhir, kenapa saya tiba-tiba menulis tentang marah dan maaf? Itu karena sekarang saya sedang marah terhadap diri sendiri karena saya baru menyadari kebodohan saya.. oleh karena itu saya harus memaafkan diri saya sendiri hahaha… (orang aneh) dan tentunya menghukum diri sendiri dengan ah ada deh ga akan bilang-bilang.
Waduh, semakin hari saya semakin so tau..hehe..
Wallahu’alam bishowab (bener ga ngejanya?)
Mohon maaf bila ada kesalahan.







Ari N3 teh lagi ambek ka saha?
)
> ka saha wehhh.. hoyong terang wae akang mah..
wah, sini mah kalo lagi marah kayak walking bomb
> heu..heu..
panjang benerrrr
> heu..heu..heu..
maaf, marahnya malam-malam
> ko malem?
bu gulu, bukannya itu disuluh menahan amalah ya
itu tuh yang kalo beldasal ayat yang ibu gulu tulis di atas…
belalti kalo tetep malah kan dosa ya? kan disuluhnya tidak kelual malah..hihihi
> bukan menahan amalah, tapi mengendalikan amalah.. aaahhh saya juga masih belajal mengendalikan amalah
bosen liat orang marah2….jd pengen melakukan yg lebih dr marah…
)
> apa tuh yang lebih dari marah?
Bu N3 lagi ngambeuk ka abi nya, gara2 jarang blogwoking kadieu. Padahal n3 ini udah jadi penguasa klasemen nyarioserku tuh..
Huhuhu… Hampura nya, bu… Saya lagi sakit mata nih, jadi nggak boleh lama2 di depan monitor. Bisi tambah parah geura sakitna. Hiks…
> nya atuh naha jarang mampir heuheu…
kalau lagi marah ingat aq aja.., biar marahnya ilang. heheheheeee
> ah yang bener?
menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain…
Nulis gampang, tapi melakukannya terasa sulit.
> kata saya juga kan sulit.. ya kan?
deuh si neng lagi serius bener… marah dan memaafkan diri sendiri
ah…
penting ko itu bu!
tapi jangan terlalu keras sama diri sendiri ajah.. ga baik…
>saya tidak keras terhadap diri sendiri ko.. mangkanya saya memaafkan diri sendiri
Marah itu sehat dan menyehatkan kalau pada tempat dan posrsi yang tepat, kalau ou of track ya bikin sakit sendiri, hati-hati darah tinggi dan berujung stroke.
> trimakasih2 sudah diingatkan.. saya ga marah ko
maaf marak = mama > kapan ku punya mama
>
upzzz ngos2an mbacanya
lagi2 mbaca diary
lain kali saya posting pendek aja deh
wah, jangan marah-marah lah mba..ntar cepet tua (bener gak mitos ini ya.?)
bener.. cepet tua
sama donk,,jadi guru itu enak lho, kita bisa memanage marah, mengerti definisi marah, jenis marah yg baik dan buruk, waktu marah dan kegunaan marah,,heuleh,,marah aja pake definisi,,:)
punten N3
> marah adalah…
kalo marah enakan ditelen panjang2,,kan jadi mirip pempek lenjer,,,hehew
> heu..heu.. telen kotak-kotak..
wah cocok posting-nya ama profesinya. Guru emang dituntut tahan banting jaga amarah. Kalo ga bisa berabe, dikit2x n’tar maen fisik.
kl gue ga cocok jadi guru. Ngeliat ga beres dikit maunya langsung marah hehe
bagus nih soalnyah Ndutz tipe pemarah
dikit2 langsung manyun
) tp gampang balik lg kok ^^
> heu..heu..
gampang ngambek nih
angry kalo ga salah adverb… kata keterangan… ummm krn dia harus mengikuti to be … im angry bukannya i angry…
keknya loh… maapken kalo salah…
btw… marah keknya emang musti dimenej… halah! gimana pulak? ya maksudnya teh jangan terlalu diumbar begituh… marah itu manusiawi jd setuju bgt, kita emg boleh marah
>adverb? heuheu.. saya salah lagi
ngambek ni yeee ..
sabar mbak .. 
kalo marah jadi pekerjaan sehari² kayaknya kudu ikutan therapy anger menagement deh ..
> seep
orang marah itu sodaranya orang mabuk sama orang gila ya???
karena sama-sama tidak bisa mengendalikan emosi
> marah= mabuk
mabuk = gila
marah = gila? heu..heu..
KALAU MARAH NGAK USAH DITAHAN NTAR STRESS MASUK RUMAH SAKIT LAGI MAHALKAN.. PALING ENAK KALAU MARAH TUH GEBUKIN ORANG ATAU PAK POLISI YANG KORUP MAYANKAN SALURAN ENERGI….ITUNG-ITUNG OLAHRAGA.. WA.. KAK.. KAK…
.
OOO IYA KELUPAAN KALAU MARAH MENDING LEMPAR GRANAT SEEMBER KE KANTOR KEJAKSAAN BAGUSS TUH ITUNG-ITUNG BANTU KEADILAN CARA DARK JUSTICE.. WA KAK.. KAK.
> heuuuuu….
iya.. iya..
Marah itu emang ibrat obat, juga ibarat rasa gatal..
Kalau gatal di tahan.. kan gak enak..
huehue.. gak nyambung juga.
> sambungin aja
jadi guru kalo lagi pengen marah enaknya ngapain ya. Kudu tersalur tp kudu tetep keliatan ja’im
> diem kali ya…?
WAJAH KEREN FOTO MODEL TERANYAR, LIHAT BLOG SAYA.
> pwngumuman nih
jangan marah ya mbak kalo aku ikut corat – coret disin
>
ngomongin marah. bisa sih marah, tapi habis marahin orang, malah ketawa sendiri, lucu liat orang dimarahin.
jangan marah ya kalo komen-nya garing, tapi gak oot en nyampah.
> ngga..ngga.. saya ga suka marah
yup…menulis itu sama dgn terapi diri..hehehe.
> ia bener terapi
si eneng teh gening ngambek bae nya
> heu..heu..
dari pada MArah..mendingan MAkan
>heu..heu.. bener.. saya laper
alhamdulillah…..nyadar….
ini maksudnya baik ato ngga ya ??? bingung ???
*
* pgi ke tulisan tbaru sambil ngos2an gara2 baca tulisan yg panjang2
> ngos-ngosan?.. heu..heu..
yu’ mareee
YU… MAREE…
Ntri akhir-akhir ini kamu jarang marah
seringnya mojok bareng laptotnya,hot spot-an di kelas Tya
kehalangin kursi pula
pas giliran kita masuk situ, tau-tau ada yang cekikikan aja
udah jerit “ASTAGFIRULLOOOOOH!!!!”
eh, taunya dikau
> heu..heu.. MAU LAGIHHHH?
bagus nih………:)
> semoga bermanfaat
Well written article.