Ini curhat yang panjang, tapi tragis heu..heu..heu.. ga usah dibaca kalo ga suka kisah yang tragis..
Oke.. here goes…
Akhir-akhir ini saya memang aneh.
Begini ceritanya, kurang lebih beberapa bulan yang lalu saya menghadiri sebuah acara“Gathering” yang diadakan oleh suatu komunitas. Saya sengaja tidak menyebutkan nama acara tersebut dengan maksud menghindari dugaan dari para pembaca. Hehe…
Saya bertemu dengan seseorang yang sedikit menarik perhatian saya, namun sedikit pun saya tidak punya niat untuk menindaklanjuti apa yang menarik perhatian saya tersebut. Setelah acara selesai, saya pulang dengan membawa kesan tersendiri. Tentunya kesan terhadap acaranya, bukan orang yang barusan saya sebutkan.
Keesokan harinya, saya menjalani aktivitas seperti biasa, masuk kerja, mengajar, kegiatan ekskul sains, bercerita dengan teman-teman dan yaaaahhh yang lain-lainnya termasuk ‘makan mie kocok’ hehe….
Di sela-sela jam kosong dari mengajar, saya selalu menyempatkan diri berkencan dengan komputer untuk ngoprek-ngoprek blog saya, untuk posting, blogwalking, atau hanya sekedar mengecek komentar yang masuk. Bahkan sambil berselancar di dunia maya (fuiiihh berselancar), mencari sesuatu yang ingin saya ketahui, saya rasa itu lebih menyenangkan ketimbang bengong menunggu jam mengajar.
Hingga pada suatu hari ada yang memberi komentar di blog saya, komentarnya memang biasa, tapi sebagai bentuk appreciate saya terhadap para blogger yang memberi komentar, saya berkunjung balik ke blog yang bersangkutan. DAN.. ternyata saya mengunjungi salah satu blog yang saya rasa sedikit tidak asing pemiliknya. Dan saya sadar, ternyata ini blog orang yang sempat menarik perhatian saya waktu itu. Saya memberi komentar yang ‘biasa’ pula bahkan cenderung nyampah, ya selama ini memang saya jarang sekali memberi komentar yang WAH dan cerdas, seringnya nyampah hihi… terutama di blognya presty dan arda (heu..heu..heu..)
Lalu saya cek friendster saya yang tidak pernah saya urus, ternyata orang ini juga nge add fs saya, saya approve dan saya mengirim sebuah messege yang kebetulan saat itu saya butuh bantuan ilmu beliau untuk menyelesaikan problem saya yang berkaitan dengan teknologi dan informasi.
Dari situ, terbinalah suatu komunikasi. Beberapa kali saya telibat komunikasi lewat chating yang “biasa” juga topiknya. Memang beberapa kali pula, orang ini ngerjain saya dengan membuat saya gendok setengah hidup (halah ga usah dibahas itu mah).
Kemudian, saya buka-buka blognya. Lalu karena saya tidak terlau punya banyak waktu, saya berinisiatif men donlot tulisan-tulisannya agar bisa saya baca di rumah.
Subhanallah, setelah saya membaca tulisannya, saya merasa orang ini sangat cerdas, idealis, sholeh dan sedikit aneh heheh… Saya semakin addict untuk membaca kata demi kata setiap buah pemikirannya. Tulisannya ada yang membuat saya tertawa, tersenyum kagum, menusuk, menampar bahkan membuat saya menangisi diri karena keterpurukan iman saya. Hal ini memotivasi saya untuk memperbaiki diri. Sedikit demi sedikit, merangkak dengan tertatih-tatih dan berusaha konsisten itu lebih baik menurut saya ketimbang saya harus berlari cepat lalu tersandung dan jatuh kemudian berhenti kembali, tak bergerak.
Ada hal lain yang entah sejak kapan hati saya menjadi sering gundah dan gelisah jika teringat dengan orang ini, ada sesuatu yang menyelusup ke hati tanpa ijin terlebih dahulu. Saya tidak tahu, perasaan itu tidak terdefinisi dengan jelas, kadang membuat saya bahagia kadang membuat saya sakit, semuanya menyatu dan membuat segalanya menjadi blur. Dan saya bingung dengan apa yang saya rasakan.
Akhirnya keanehan saya ini dapat terdeteksi oleh teman-teman dekat saya, dengan sangat terpaksa pula saya menceritakan apa yang saya rasakan. Kesimpulan mereka adalah “saya jatuh cinta”.
WHAT?!!!
Huh saya tidak menginginkan hal ini sebenernya, karena membuat saya tidak nyaman. Sungguh, apalagi ketika saya harus memendamnya dalam hati tanpa harus diungkapkan dan diceritakan pada siapapun, maka rasanya sesak seperti disekeliling saya tidak ada udara untuk membantu saya bernapas.
Saya berpikir dan bertanya, terlenakah saya?
Mungkin..
Apa sebenarnya yang terjadi dengan saya?
Lalu saya diingatkan oleh satu ayat Al-Qur’an, yang dulu ayat tersebut menjadi salah satu mahar untuk teman saya dari suaminya yang berbunyi:
Katakanlah: “jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA“. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (Q.S. At-Taubah:24)
Saya tidak begitu memahami ayat tersebut, namun sangat menyentil saya, saya mulai mencoba untuk menepis dan melawan apa yang saya rasakan. Saya tidak boleh mencintai sesuatu yang membuat saya lalai untuk mencintai Allah dan RasulNYA dan berjihad di jalan NYA. Saya tidak boleh diperbudak oleh perasaan mencintai orang tersebut. Saya coba bunuh perasaan tersebut.
Hasilnya?
Semakin saya berlari dan mencoba untuk membunuhnya, saya merasa sakit dan semakin sesak.
(whahaha… teu bisa eun berarti me manage perasaannya.. ksiaaaaaaaannnn deh)
Saya bercerita sama teman terdekat saya apa yang saya rasakan, menurut teman dekat saya itu, sebaiknya saya utarakan perasaan saya terhadap orang tersebut, *jadi mikir, ada ga ya selatankan atau baratkan atau timurkan? Heu..heu..heu.. hush ah* urusan responnya seperti apa, itu jangan terlalu dipikirkan. Mungkin lebih baik saya jujur terhadap diri sendiri, yang tentunya itu akan membantu daripada saya harus membohongi diri sendiri dan menghindari perasaan itu. Cobalah berbaik hati terhadap diri sendiri.
Bukan.. bukan.. saya bukan ingin pacaran, sama sekali tidak terpikir ke arah itu, saya tidak ingin melalui proses itu. Saya ingin mengikuti jalur yang aman untuk saya yaitu pernikahan..
Oke.. saya katakan pada teman saya, jika saya punya nyali dan kesempatan, maka saya akan mengungkapkan apa yang saya rasakan. Semangat!! Tujuan saya adalah hanya memberi tahu saja agar saya merasa lega, tentunya tidak mengharapkan jawaban dan tanggapan apapun. Saya hanya perlu memberi tahu apa yang sebenernya terjadi dengan hati saya. Hanya itu.
JIKA ADA NYALI?? heuheuheuu…
Saya sadar untuk mengharapkan orang yang sangat baik menjadi suami saya adalah suatu hal yang SANGAT saya impikan namun untuk sekarang rasanya jauuuuuuuuuuhhhhh sekali. Walaupun saya yakin selalu ada kemungkinan, karena Allah yang mengatur segalanya. Namun saya tau diri, kalau dianalogikan dengan sebuah rumah, maka saya adalah rumah yang perlu banyak renovasi disana-disini. Oleh karena itu, saya tidak terlalu banyak mengharapkan bahwa dia adalah jodoh saya SEKARANG, saya tidak memaksa bahwa dia harus menikah dengan saya. Tidak.. saya hanya akan memberitahukan saja apa yang saya rasakan. Setelah itu saya lempeng aja lagi seperti biasa. Emang saya orangnya lempeng kan? Hehe.. Tentunya akan sulit membunuh perasaan yang sudah tumbuh itu, perlu perjuangan (dan saya tidak akan membunuhnya.. tuh kan mulai deh.. heheh..)
Bagi saya, saya sudah merasa beruntung dipertemukan dengan orang yang secerdas orang ini, orang yang sudah tsiqah dan istiqomah terhadap jalan hidupnya. Saya rasa untuk mengagumi orang ini, tidak ada salahnya kan?
Saya tidak neko-neko mengharapkan sesuatu yang lebih dari orang tersebut. Dengan menjadi jalan untuk saya kembali menemukan sesuatu yang hilang pun saya sudah merasa bersyukur dan bahagia. Walaupun terkadang saya berpikir apakah mungkin suatu saat nanti saya akan dipertemukan dengan seseorang yang baik, yang sholeh, yang bis
a membimbing saya menjalani hidup dan merentas jalan yang di ridhoi Allah SWT.
“laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik, begitu pula wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik”
Apakah saya cukup baik untuk mendapatkan pasangan yang baik pula? Sedangkan saya, 3 tahun terakhir ini sudah jatuh. Saya hanya bisa berdoa dan berusaha.
Hanya Allah Yang Maha Tau, saya tidak terlalu menghawatirkan itu semua. Karena rezeki, jodoh, dan maut adalah sudah pasti adanya tidak perlu dikhawatirkan, yang harus dikhawatirkan adalah segala sesuatu yang belum pasti, dan yang belum pasti itu adalah apakah nanti saya masuk Surga?
Ya sejujurnya walaupun lintasan pikiran itu sering muncul, tapi saya percaya Allah akan membantu hamba NYA yang berusaha untuk senantiasa memperbaiki diri.
Yang harus saya lakukan sekarang adalah SEMANGAT!! Semangat memperbaiki diri.
Saya manusiawi karena saya adalah manusia.. salahkah?
Terakhir, mohon maaf jika orang yang terlibat dalam cerita diatas membaca kemudian merasa tidak nyaman. Sengaja saya tidak menyebutkan siapa-siapanya atau me-link (haha.. gila aja itu mah pengumuman namanya).
Saya tidak bermaksud apa-apa bercerita seperti ini, saya hanya ingin melepaskan sedikit apa yang saya rasakan yang mudah-mudahan bukan hanya luapan emosi saja tetapi dari kejujuran hati saya yang paling dalam.. ciyeeee…
(dedicated for someone, thanks for all you’ve done for me)
Oia, hari ini saya posting 2 sekaligus, jadi jangan lupa baca postingan sebelumnya ya hi..hi..












kamu tidak salah
kela log in heula
Puanjang nian…
but its okay
lom bisa log in uyy
>sok log in heula
dah log in niy…
it so deep, but at least
perihna ieu mah nya? setidaknya if u didnt get him
kmu dapet positifnya ya kan?
tapi ku sim kuring di do’akeun sing kenginglah
ceu… semangat!!!
> semangat!!!
aduuuuuhhh saya gpp ko… lebay deh..
beratlah eteh eta postinganna
tapi sae ketang jadi sholehah…
semoga kamu tabah dan kuat menjalani ini semua..
heu teu nyambung nya?
cayo! aku ngeback up kmu
(maksudnya aku selalu mendukungmu dari belakang)
tapi teu ngajongklokeun ieuh…
eu… didinya mah… aamiin.. sholehan??? heu heu… aamiin..
deg degan, saya kira teh blognya oom yang nengthree temukan teh he..he..
> wah bukan oom heu..heu..
jujur ternyata .. curhatnya panjang ..
> panjang kaya kereta heu..heu..
ehem….ehem……yang lg jatuh cinta nih yee………
> heu..heu.. hiks..hiks..
jujur neh
pe pegel bacanya,,
akhirnya kelar juga sih
ini mah bukan postingan kale, curhat terang2 an
salut,,,berani posting ginian hehe
> saya jadi malu
tapi sekedar mengingatkan,,,sesama perempuan gt loh
memilih calon suami berdasarkan cinta,,emmm,,,masih bisa mikir obyektif ga ya?
semoga ketemu jodoh yang tapat ya neng
>aamiin…
jatuh cinta manusiawi ko neng,,jangan takut
asalkan bisa managenya
> mudah-mudahan bisa memenejnya
masuk surga ato tidak bukan karena suami neng

melainkan karena sikap kita yang ikhlas menuruti kata suami, mengurus keluarga dan anak-anak,,
semangat ya neng
> betul teh… makasih.. semangat!!
@ Yella-chan:
*
Duh, nge-hattrick nih…
*hattrick itu nggak dosa koq
Beliau (yg punya blog) terbuka karena… ekstrovert *halah, mulai deh analisisnya
*
Mungkin beliau contoh lain dari “The Entertainer”. Mungkin.
Jatuh cinta itu ya nggak salah, IMHO; tentunya jika pada tempatnya. Ada jatuh cinta yang “terlarang”, misal, jatuh cinta pada “tenyom”
Atau pd adek/kakak kandung (eh, ni ngomongin jatuh cinta dalam konteks pernikahan khan?). Selain yang dilarang tentu boleh alias gak salah
*udah ah, malah khotbah di blog orang*
Buat Sister “N3″, salam kenal dari orang seprofesi
* eh, bener khan, guru? *
> salam kenal juga.. bener saya ekstrovert
“…bercerita dengan teman-teman dan yaaaahhh yang lain-lainnya termasuk ‘makan mie kocok’ hehe……”
kedua hal itu memang sungguh menyenangkan
- oot mode on -
ehem … jatuh cinta ya ??? ditunggu traktirannya makan mie kocok
>suka mie kocok?saya juga lagi nunggu traktiran nih
hmmm…, jatuh cinta neh.. bagus kok. tak perlu takut jika mencintai seseorang akan mengabaikan cinta kita kepada Allah dan Rasul NYA, karena orang yang kita cintai berada disisi sebelah Allah.
> ia…
Hmm,..
Sedang jatuh cinta nie…
> ia nie..
ya… paham-paham
> paham? trimakasih..
ooo jadi ini to ceritanya…… hihihihih….
semangat aja deh bu guru…..kl emg jodoh, insyaAllah dipertemukan lagi koq…..
> semangat!!
Namanya juga manusia….jadi wajarlah….
tapi harus di barengi dengan iman, klo ngga…bisa2 GBHN baru nikah, parahkan?
sy setuju tuh Neng, pacarannya nanti, abis nikah, biar romance nya lebih indah. soalnya klo pacaran duluan biasanya umur 30-40 an dah mulai bosan dengan pasangannya, klo bisa ngerawat yaa alhamdulillah, klo ngga yaa parahnya bisa terjadi perceraian.
Ta’aruf bisa dilakukan melalui mata2 kita bagaimana sikap si CALON.
jd bisa tau gimana kelakuan aslinya…pekerjaannya…tanggungjawabnya.
so….pilih mana nih neng…
> pilih dia.. heheh… ya pilih yang bener duong..
ya ya,,, i see….
> ia
Aku juga ingin manusiawi
Aku ingin jatuh cinta
Duh susah banget ya
> semangat kang!!
tidak ada yang salah pada diri mbak ning, seharusnya mbak bersyukur karena masih diberikan sebuah rasa yang begitu indah. cinta adalah sebuah fitrah yang diberikan Allah kepada seorang hamba. tapi cinta juga bisa menjadi racun yang bisa “membunuh” sang pencinta. sebaik-baik cinta adalah cinta pada Sang Khaliq. hal itu memang gak gampang, maka dari itu belajar dan berusaha. bukan begitu?
Afwan bukan bermaksud menggurui
>
saya orang yang terlibat dalam tulisan di atas!!!
tuh ada nama saya disebut2!! di link, pula!
> waduh… justru bukan presty mangkanya di link
saaya merasa g nyaman…
> ia
soalnya nama saya cuma disebut satu kali!!!


> mau berapa kali atuh neng?
hikz hikz..
no comment deh teh, tentang postingannya…
soale presty juga sedang merasakan dilemma yang sama…
Aaaagggghhhhh!!!!!
> kalo begitu saya akan berdamai dengan muh..
hikz hikz.. terima kasih buat para komentator…
berasa presty ikut terbantu juga dengan masalah presty…
(AAAGGGHHH!!! kenapa lagi2 menemukan kesamaan ma three!!!!!
)
> heu..heu.. sama dengan presty????
kalo mau PDKT sama si dia, ajak aja makan sambil diskusi di resto saya. Ntar saya siap jadi wasitnya lah
)
presiden agah
http://republikkuliner.wordpress.com/
>
yaya.. nanti saya mampir ke restonya republikkuliner.. gratis kan??
Amin. Jatuh cinta adalah kehidupan. Nikmati, sebab itu hal halala. Bumbunya, ya itu tadi tadi, pas … memperbaiki diri. Salam.
> trimakasih
I know who’s you talking about …
> yaaa… anda pasti tau
sama sayah?
> bukan
wih…pst tersiksa bgt jatuh cinta tp mau memungkirinya
> nikmati ajah.. hihi..
Siapa bilang Ntri lemot?
Siapa?
Siapa??
Siapa yang bilang Ntri g cerdas?
Hayoh SiniHHH!!!!
Ntri tuh cerdas!
cuma orang cerdas yang bisa bikin postingan kayak diatas
postingan yang bisa bikin kita ngahuleng, bukan karna ga ngerti tapi karna tersepona
betapa cerdas dalam berkata jujur, mengeluarkan unek-unek di hati
tapi klo l.e.m.o.t si, masih ada lah
kadang kadang?
heheh
> yeee.. akhirnya diakui juga kalo saya cerdas…
walau ujungnya ga enak heuheu..
lalu cinta macam apa yg kau cari, neng ?
> cinta sejati whehehe..
hmmmmm
ah andaikan saya juga banyak pertimbangan kalau lagi jatuh cinta mungkin ga mengalami patah hati berkali kali
eh tapi hidup adalah pilihan, yes?
sudah memilih mau menyatakan bu?
SEMANGAT! huhuhuhu
>SEMANGAT!! saya tidak punya nyali
menangislah bila harus menangis….
karena kita semua manusia…
manusia bisa terluka…
manusia pasti menangis….
dan manusia pun bisa mengambil hikmah…
(dewa)
so sweet..
Cinta ….
kalo belum terwujud memang bikin dugdegdugdeg ya
tapi kalo sudah terwujud rasanya beda
adem ayem tentrem …
semoga cintanya cepat terwujud ya de’
>
Kenapa ya kok disebut jatuh cinta, apakah sebelumnya kita itu posisinya diatas, trus kebawah ?
>kita tanyakan sama si cinta?
GITU AJA CERDAS GIMANA NEWTON DAN EINSTIEN YAH.. WA KAK KAK.. KAK..
GITU AJA KOK REPOT-REPOT… KIK KIK…
>yee.. ga repot ko
sulit…. ini pilihat yang sangat sulit… memeras otak…. menggetarkan sukma… tut wuri handayani! *rada tidak berbakat kalo harus berbicara tentang cinta, komo deui nu jiga kieu…* hihihi… you’ll find what best for you lah pokoknya… tong hilap, memohon petunjuk ka gusti nu agung… heuhue
> ia tut wuri handayani.. gemah ripah loh jenawih
Sou sweet …
Ditunggu kelanjutan “ceritanya” ya buuu …
bener lho …
jika jodoh … tak kan kemana …
> sou sweet..
OOT : denger2 nilai bahasa Inggrisnya dapet bagus ya ???
ooooh, nevermind…i’ll always do my best…
*kabur lagi sebelum ditimpuk sendal jepit*
> heu..heu.. saya lagi berbaik hati.. lagi miskin.. jadi sendal jepit ga dilemparin
Oh kalo dari sudut pandang perempuan gini yah
> ho oh…
terharu… hix
no other words
> terharu ya.. hihi..
Nggak salah, karena kita memang manusia…:)
deep bgt
hix 3x
“Aku tak pandai berkata-kata.Tak jua mengda-ngada.Tapi hatiku selalu berkata,’cinta itu ada untuk manusia yang punya cinta dan selamanya ada pada manusia.Tanpa tiada semua menghilang tanpa arang……..
“hidup adalah sebuah kesadaran menuju kematian,tanpa kita bisa mengelak dan menhindar.hidupkanlah hidup mu dengan cintamu dan aku akan bahagia karna cintamu…….(coment nya itu aza ya bu….udah ke 2x punya cerita yang hampir sanma…itu adalah kata ketika….)
moga ngerti ama tulisannya…..amien….
apakah cinta yang membahagiakanmu,,,,sesuatu yang ingin kumiliki
slma hidup spnjang usiaku tak sekalipun ku menyentuh wujudnya,,,,
wow, manizzz banget…. saya terharu neh, tapi siapakah yang telah menumbuhkan rasa cinta? mungkinkah cinta itu tumbuh dengan sendirinya? cinta itu anugerah tidak sepantasnya kita lari dari cinta